Bakti Budaya Djarum Foundation dan Garin Nugroho Ciptakan Ide Kreatif Untuk Sebuah Karya Diempat Kota Besar Tahun ini

INDONESIASATU.CO.ID:

Padang Panjang-- Kemajuan seni perunjukan di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup baik, sayangnya kemajuan seni peran ini tidak dibarengi dengan regenerasi creator muda, hal itu di ungkapkan sineas Indonesia Garin Nugroho usai menjadi pembicara pada kegiatan bincang seni pertunjukan yang dilaksanakan di ruang theater kampus ISI Padangpanjang, Kamis (5/10).

“Seni pertunjukan terus tumbuh dan berkembang di Indonesia, namun hal ini tidak dibarengi dengan regenerasi kreator muda yang mampu terus konsisten berkarya sekaligus membangun komunitas seni di lingkungannya,” ungkap Garin Nugroho.

Menurutnya, dengan kondisi demikian pihaknya mengadakan program ruang kreatif yang mencari bakat-bakat para seniman muda baru di dunia seni. Melalui program tersebut di harapkan dapat melahirkan para seniman muda Indonesia di dunia seni pertunjukan yang mampu bersaing dengan seniman yang ada di dalam maupun luar negeri.

Program Bincang Seni Pertunjukan Indonesia, di isi dengan bincang-bincang  dengan para instruktur dari seniman profesional yang membagi ilmu dan pengalaman menangani proyek seni kolaboratif seperti Ratna Riantiarno dari Teater Koma, Iswadi Pratama dari Teater Satu Lampung, Maudy Koesnaedi, aktris dan pembina Teater Abnon serta Agus Noor yang kita kenal sebagai sutradara handal di bidang seni pertunjukan. Di ISI Kota Padangpanjang, bincang seni pertunjukan bersama Garin Nugroho tersebut merupakan daerah ketiga dari empat kota besar di Indonesia diantaranya Malang, Kudus dan Bandung.

Program Ruang Kreatif, telah rutin diadakan di Galeri Indonesia Kaya selama hampir dua tahun. Dibuat dengan tema yang beragam dan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda, sehingga tidak hanya menikmati pertunjukan tetapi juga mengetahui proses awal dalam sebuah seni pertunjukan.

Sementara itu Rektor ISI Padangpanjang Prof. DR, Novesar Jamarun menyambut baik pelaksanaan bincang seni pertunjukan yang dilaksanakan di ruang teahter ISI Padangpanjang karena sangat menguntungkan untuk bertukar pikiran dengan orang-orang professional.

“Bincang kreatif orang seni ini sangat menguntungkan institusi dan menjadikan ISI lebih baik,” ungkap Novesar Jamarun.

Program ruang kreatif bincang seni pertunjukan Indonesia ini terbuka untuk seniman muda Indonesia dengan usia maksimal 30 tahun dan tergabung dalam komunitas seni. Mempunyai gagasan pementasan dituangkan dalam ‘Proposal Art Project’. Peserta dapat mengikuti ruang kreatif dengan cara mengirimkan proposal yang berisi gagasan pementasan dan mengisi serta mengirimkan formulir melalui email paling lambat 30 Oktober 2017. Sebanyak 25 peserta terseleksi yang diwakili oleh pimpinan produksi kelompok komunitas seni, berhak mengikuti workshop di Galeri Indonesia Kaya pada tanggal 19 – 22 November diGaleri Indonesia Kaya, Jakarta.

“Tahun lalu, bersama Garin Nugroho, kami membuat program Bincang Seni Pertunjukan Indonesia, dengan harapan dapat menemukan dan melahirkan bakat-bakat baru kreator seniman muda Indonesia. Melihat antusiasme kelompok seni yang tersebar di Indonesia, kami mengadakan kembali program Bincang Seni sehingga proses regenerasi di bidang seni pertunjukan Indonesia tetap ada,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Tidak hanya mengikuti workshop di Galeri Indonesia Kaya, sebanyak 25 peserta terpilih nantinya juga akan berkesempatan untuk menyaksikan pementasan Teater Koma pada tanggal 19 November mendatang dan melihat bagaimana proses produksi di belakang panggung sebuah pertunjukan seni. 10 peserta terbaik dari 25 peserta terpilih juga akan berkesempatan untuk menampilkan karyanya di setiap akhir pekan di bulan Maret dan di awal bulan April 2018 di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta.

Bakti Budaya Djarum Foundation, sejak tahun 1992 konsisten menjaga kelestarian dan kekayaan budaya dengan melakukan pemberdayaan, dan mendukung insan budaya di lebih dari 2.500 kegiatan budaya. Beberapa tahun terakhir ini, Bakti Budaya Djarum Foundation melakukan inovasi melalui media digital, memberikan informasi mengenai kekayaan dan keragaman budaya Indonesia, melalui sebuah situs interaktif
www.indonesiakaya.com. Kemudian membangun dan meluncurkan, " Galeri Indonesia Kaya" di Grand Indonesia, Jakarta.

Ini adalah ruang publik pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memadukan konsep edukasi dan multimedia digital untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia agar seluruh masyarakat bisa lebih mudah memperoleh akses mendapatkan informasi dan referensi mengenai kebudayaan Indonesia. (Sapta)

 

  • Whatsapp

Index Berita